Catatan 1
"
"
Haha,,, belum lama selesai UAS akhirnya bubar juga,,,
yah begitulah kata-kata manis dari mahasiswa malas, namun ada yang perlu di garis bawahi bahwa setiap manusia itu tak ada yang sempurna.
Kata itu udah basi kali yak...
Simak dulu men ..
Saat perkuliahan Hukum Perkawinan dijelaskan bahwa "Rumah tangga itu bagaikan kapal yang mengarungi lautan lepas dan sebesar apapun kekuatan kapal itu akan tetap goyang pula" nah unik perkataannya, namun ketika penalaran keluar, bagai bak pecah.... banyak penafsiran apakah memang hal tersebut bisa diibaratkan dengan kapal atau hanya memudahkan saja. Kata orang sekarang kalo lagi pacaran bilangnya cinta, sayang dan lain sebagainya. Namun saat pernikahan kelak apakah akan sama kayak pacaran dulu??
Simak lagi men, bahwa manusia itu tak ada yang sempurna termasuk yang nulis ini juga, apa dalam rumah tangga mau makan cinta tiap hari, atau hanya minum sayang. Itu lah yang dikatakan manusia itu tak sempurna, karena makan cinta gak kenyang, minum sayang apalagi,..Jika manusia itu sempurna, dengan makan cinta dan minum sayang cukup kan??
Anda harus memahami "perkataan demi perkataan" di atas karena faidah yang ada dalam kapal adalah tekanannya.
Apalagi yang dimaksud tekanan?
Mari simak lagi, kapal apabila memiliki tekanan yang kuat "jelas hantaman ombak akan semakin kuat (ilmu fenalaran)" kita sandingkan dengan rumah dan tangga, apabila ditekan-tekan akan patah rumah kayu dan tangga nya... hahaha
yang terpenting dalam catatan ini ada sedikit kesimpulan men, bahwa setiap manusia tak sempurna namun lakukan lah keindahan dalam kesempurnaan itu, berikan kemudahan otakmu untuk berfikir. Kalau rumah tangga sama dengan kapal, maka penafsiran bodoh keluarkan dulu baru nanti kau ambil poin dari kapal vs laut = rumah tangga vs waktu
Haha,,, belum lama selesai UAS akhirnya bubar juga,,,
yah begitulah kata-kata manis dari mahasiswa malas, namun ada yang perlu di garis bawahi bahwa setiap manusia itu tak ada yang sempurna.
Kata itu udah basi kali yak...
Simak dulu men ..
Saat perkuliahan Hukum Perkawinan dijelaskan bahwa "Rumah tangga itu bagaikan kapal yang mengarungi lautan lepas dan sebesar apapun kekuatan kapal itu akan tetap goyang pula" nah unik perkataannya, namun ketika penalaran keluar, bagai bak pecah.... banyak penafsiran apakah memang hal tersebut bisa diibaratkan dengan kapal atau hanya memudahkan saja. Kata orang sekarang kalo lagi pacaran bilangnya cinta, sayang dan lain sebagainya. Namun saat pernikahan kelak apakah akan sama kayak pacaran dulu??
Simak lagi men, bahwa manusia itu tak ada yang sempurna termasuk yang nulis ini juga, apa dalam rumah tangga mau makan cinta tiap hari, atau hanya minum sayang. Itu lah yang dikatakan manusia itu tak sempurna, karena makan cinta gak kenyang, minum sayang apalagi,..Jika manusia itu sempurna, dengan makan cinta dan minum sayang cukup kan??
Anda harus memahami "perkataan demi perkataan" di atas karena faidah yang ada dalam kapal adalah tekanannya.
Apalagi yang dimaksud tekanan?
Mari simak lagi, kapal apabila memiliki tekanan yang kuat "jelas hantaman ombak akan semakin kuat (ilmu fenalaran)" kita sandingkan dengan rumah dan tangga, apabila ditekan-tekan akan patah rumah kayu dan tangga nya... hahaha
yang terpenting dalam catatan ini ada sedikit kesimpulan men, bahwa setiap manusia tak sempurna namun lakukan lah keindahan dalam kesempurnaan itu, berikan kemudahan otakmu untuk berfikir. Kalau rumah tangga sama dengan kapal, maka penafsiran bodoh keluarkan dulu baru nanti kau ambil poin dari kapal vs laut = rumah tangga vs waktu

0 komentar:
Posting Komentar