Kalam Ilahi Anak Bunda
"Anggun jika menutup semua auramu
Manis ketika kau senyum untuk ibadah
Tanpa hiasan itu tak ku sebut kau anggun
Namun tak hanya luar yang ku sarankan utukmu
Kini saat nya kau fahami kalam Ilahi
Ku tak menargetmu harus berapa tahun
Namun kembalilah pada konsep awal
Dimana saat kau fahami kalimatku
Manis... Jaga semua keindahan itu
Lantunkan kalam itu dengan merdu
Disaat nanti ayah bundamu tiba
Sapalah mereka dengan senyummu
Seindah senyum yang kau miliki
Jangan kau hamburkan keindahan itu pada tong sampah
Kau pasti tahu mana sampah, mana plastik dan mana daun
Jika Allah memberikan semua anugrah itu
Sujudlah demi syukur
Niatkan pahalamu untuk bunda dan ayah
Di saat pertemuan nanti
Kan ku katakan bahwa kau cantik
Tidak untuk saat ini
Kau masih anak bunda
dan perlu memahami kalam Ilahi itu
Manis...Jangan bilang jenuh
Karna banyak sahabatmu!
Manis...Jika kau dengar teriakan dimalam hari
Itulah suatu keindahan
Sebuah keagungan
Jangan takut akan waktu
Mereka hanya berjalan di tempat
Tak seperti kau yang selalu berpindah
Berjalan demi kalam Ilahi
Berjuang mencapai Paris
Tulislah semua yang kau tahu
Walaupun kini tak seorangpun memahaminya
Dalam kotak kecil nanti
Kau kan aman
Bahkan kau merasa nyaman
Kutunggu kau di ujung tulisan..
< Novi >
by : Muhammad Urfi Amrillah
"
Anggun jika menutup semua auramuManis ketika kau senyum untuk ibadah
Tanpa hiasan itu tak ku sebut kau anggun
Namun tak hanya luar yang ku sarankan utukmu
Kini saat nya kau fahami kalam Ilahi
Ku tak menargetmu harus berapa tahun
Namun kembalilah pada konsep awal
Dimana saat kau fahami kalimatku
Manis... Jaga semua keindahan itu
Lantunkan kalam itu dengan merdu
Disaat nanti ayah bundamu tiba
Sapalah mereka dengan senyummu
Seindah senyum yang kau miliki
Jangan kau hamburkan keindahan itu pada tong sampah
Kau pasti tahu mana sampah, mana plastik dan mana daun
Jika Allah memberikan semua anugrah itu
Sujudlah demi syukur
Niatkan pahalamu untuk bunda dan ayah
Di saat pertemuan nanti
Kan ku katakan bahwa kau cantik
Tidak untuk saat ini
Kau masih anak bunda
dan perlu memahami kalam Ilahi itu
Manis...Jangan bilang jenuh
Karna banyak sahabatmu!
Manis...Jika kau dengar teriakan dimalam hari
Itulah suatu keindahan
Sebuah keagungan
Jangan takut akan waktu
Mereka hanya berjalan di tempat
Tak seperti kau yang selalu berpindah
Berjalan demi kalam Ilahi
Berjuang mencapai Paris
Tulislah semua yang kau tahu
Walaupun kini tak seorangpun memahaminya
Dalam kotak kecil nanti
Kau kan aman
Bahkan kau merasa nyaman
Kutunggu kau di ujung tulisan..
< Novi >
by : Muhammad Urfi Amrillah
"
Manis ketika kau senyum untuk ibadah
Tanpa hiasan itu tak ku sebut kau anggun
Namun tak hanya luar yang ku sarankan utukmu
Kini saat nya kau fahami kalam Ilahi
Ku tak menargetmu harus berapa tahun
Namun kembalilah pada konsep awal
Dimana saat kau fahami kalimatku
Manis... Jaga semua keindahan itu
Lantunkan kalam itu dengan merdu
Disaat nanti ayah bundamu tiba
Sapalah mereka dengan senyummu
Seindah senyum yang kau miliki
Jangan kau hamburkan keindahan itu pada tong sampah
Kau pasti tahu mana sampah, mana plastik dan mana daun
Jika Allah memberikan semua anugrah itu
Sujudlah demi syukur
Niatkan pahalamu untuk bunda dan ayah
Di saat pertemuan nanti
Kan ku katakan bahwa kau cantik
Tidak untuk saat ini
Kau masih anak bunda
dan perlu memahami kalam Ilahi itu
Manis...Jangan bilang jenuh
Karna banyak sahabatmu!
Manis...Jika kau dengar teriakan dimalam hari
Itulah suatu keindahan
Sebuah keagungan
Jangan takut akan waktu
Mereka hanya berjalan di tempat
Tak seperti kau yang selalu berpindah
Berjalan demi kalam Ilahi
Berjuang mencapai Paris
Tulislah semua yang kau tahu
Walaupun kini tak seorangpun memahaminya
Dalam kotak kecil nanti
Kau kan aman
Bahkan kau merasa nyaman
Kutunggu kau di ujung tulisan..
< Novi >
by : Muhammad Urfi Amrillah

0 komentar:
Posting Komentar