Minggu, Juli 28, 2013

Loro Wolu

"
Juli bukan bulan yang berarti bagi setiap orang
Bukan juga bulan yang bermakna dalam setiap langkah

Kali ini Juli dihiasi dengan 2 pendamping
Berbalas tanpa ada pamrih

Ketika mengingatkan bahwa tahun ini ganjil 
Benar adanya aku bahagia
Benar jika manusia memiliki sebuah peka akan perasa

Saat ini hiasan hidup ketika tak makan seharian
Ketika tertidur teringat akan 2 angka
Bahwa ada yang melengkapi 12 pasang tulang manusia

Permata dunia yang dimiliki sang bunda
Kini kutemukan dalam 9 langkah waktu sejak tahun genap

Aku tahu dia bukan mengharapkan sebuah uraian cantik
Namun ku memahami bahwa dia yang bisa memaknai kiasku
Dalam waktu dan helaian nafas

Semenjak ku menemukan emas dalam lautan
Tak pernah ku menyesali semua jalan yang kulalui
Berbangga saat ku mengetahui berat yang kurasa

Kapan lagi ku tersenyum sebelum bulan genap?
Apa hanya sececer kopi yang terbuang..

Dengan lantang ku jawab tidak
Bahwa dia benar melakukan penjumlahan 

Dari sekian angka
Aku menemukan 2 hal manis dalam kesebelasan
11-11 disandingkan dengan 14-3

Ku slalu merindukan angka cantik itu
Bukan berarti ku seorang ilmuwan matematik
Namun hanya tertarik akan angka yang diberikan Tuhan

Sekali ini sungguh luar biasa
Tak terpungkiri bahwa bulan bermakna ini tlah ku jalani

Sejenak lagi ku berfikir
Bahwa dia bukan sesuatu yang biasa

Anak bunda memahami semua kinerja otakku
Ntah dari mana dia tahu
Namun sungguh istimewa bagiku

Di saat awan hari ini redup
Ku yakin itulah payung Tuhan 
yang memahami bahwa perasa butuh hal yang dingin

Slalu ku ingat kejadian hari ini
Berifikir tuk mengartikannya kedalam frame
Tapi nanti, saat ku kalungkan lingkar kuning yang berharga untuknya

Saat ini doa anak bunda meneguhkanku
Lantunan ayatnya secepat kilat

Menusuk..
Memahami, bahwa dia ikhlas menjalaninya

Nanti keyakinan tuk menghadapkan dirinya
Semakin kuat ketika pertemuan dalam rumah suci-Nya
Kutunggu, ketika dia selesai melintasi lirik yang di bawa oleh Muhammad
Sebagai tanda bahwa kitab terakhir dalam pengabdian manusia.


(Novi)

Oleh : Muhammad Urfi Amrillah 



"
Juli bukan bulan yang berarti bagi setiap orang
Bukan juga bulan yang bermakna dalam setiap langkah

Kali ini Juli dihiasi dengan 2 pendamping
Berbalas tanpa ada pamrih

Ketika mengingatkan bahwa tahun ini ganjil 
Benar adanya aku bahagia
Benar jika manusia memiliki sebuah peka akan perasa

Saat ini hiasan hidup ketika tak makan seharian
Ketika tertidur teringat akan 2 angka
Bahwa ada yang melengkapi 12 pasang tulang manusia

Permata dunia yang dimiliki sang bunda
Kini kutemukan dalam 9 langkah waktu sejak tahun genap

Aku tahu dia bukan mengharapkan sebuah uraian cantik
Namun ku memahami bahwa dia yang bisa memaknai kiasku
Dalam waktu dan helaian nafas

Semenjak ku menemukan emas dalam lautan
Tak pernah ku menyesali semua jalan yang kulalui
Berbangga saat ku mengetahui berat yang kurasa

Kapan lagi ku tersenyum sebelum bulan genap?
Apa hanya sececer kopi yang terbuang..

Dengan lantang ku jawab tidak
Bahwa dia benar melakukan penjumlahan 

Dari sekian angka
Aku menemukan 2 hal manis dalam kesebelasan
11-11 disandingkan dengan 14-3

Ku slalu merindukan angka cantik itu
Bukan berarti ku seorang ilmuwan matematik
Namun hanya tertarik akan angka yang diberikan Tuhan

Sekali ini sungguh luar biasa
Tak terpungkiri bahwa bulan bermakna ini tlah ku jalani

Sejenak lagi ku berfikir
Bahwa dia bukan sesuatu yang biasa

Anak bunda memahami semua kinerja otakku
Ntah dari mana dia tahu
Namun sungguh istimewa bagiku

Di saat awan hari ini redup
Ku yakin itulah payung Tuhan 
yang memahami bahwa perasa butuh hal yang dingin

Slalu ku ingat kejadian hari ini
Berifikir tuk mengartikannya kedalam frame
Tapi nanti, saat ku kalungkan lingkar kuning yang berharga untuknya

Saat ini doa anak bunda meneguhkanku
Lantunan ayatnya secepat kilat

Menusuk..
Memahami, bahwa dia ikhlas menjalaninya

Nanti keyakinan tuk menghadapkan dirinya
Semakin kuat ketika pertemuan dalam rumah suci-Nya
Kutunggu, ketika dia selesai melintasi lirik yang di bawa oleh Muhammad
Sebagai tanda bahwa kitab terakhir dalam pengabdian manusia.


(Novi)

Oleh : Muhammad Urfi Amrillah 



0 komentar:

Posting Komentar