Loro Wolu
"
"
Juli bukan bulan yang berarti bagi setiap orang
Bukan juga bulan yang bermakna dalam setiap langkah
Kali ini Juli dihiasi dengan 2 pendamping
Berbalas tanpa ada pamrih
Ketika mengingatkan bahwa tahun ini ganjil
Benar adanya aku bahagia
Benar jika manusia memiliki sebuah peka akan perasa
Saat ini hiasan hidup ketika tak makan seharian
Ketika tertidur teringat akan 2 angka
Bahwa ada yang melengkapi 12 pasang tulang manusia
Permata dunia yang dimiliki sang bunda
Kini kutemukan dalam 9 langkah waktu sejak tahun genap
Aku tahu dia bukan mengharapkan sebuah uraian cantik
Namun ku memahami bahwa dia yang bisa memaknai kiasku
Dalam waktu dan helaian nafas
Semenjak ku menemukan emas dalam lautan
Tak pernah ku menyesali semua jalan yang kulalui
Berbangga saat ku mengetahui berat yang kurasa
Kapan lagi ku tersenyum sebelum bulan genap?
Apa hanya sececer kopi yang terbuang..
Dengan lantang ku jawab tidak
Dengan lantang ku jawab tidak
Bahwa dia benar melakukan penjumlahan
Dari sekian angka
Aku menemukan 2 hal manis dalam kesebelasan
11-11 disandingkan dengan 14-3
Ku slalu merindukan angka cantik itu
Bukan berarti ku seorang ilmuwan matematik
Namun hanya tertarik akan angka yang diberikan Tuhan
Sekali ini sungguh luar biasa
Tak terpungkiri bahwa bulan bermakna ini tlah ku jalani
Sejenak lagi ku berfikir
Bahwa dia bukan sesuatu yang biasa
Anak bunda memahami semua kinerja otakku
Ntah dari mana dia tahu
Namun sungguh istimewa bagiku
Di saat awan hari ini redup
Ku yakin itulah payung Tuhan
yang memahami bahwa perasa butuh hal yang dingin
Slalu ku ingat kejadian hari ini
Berifikir tuk mengartikannya kedalam frame
Tapi nanti, saat ku kalungkan lingkar kuning yang berharga untuknya
Saat ini doa anak bunda meneguhkanku
Lantunan ayatnya secepat kilat
Menusuk..
Memahami, bahwa dia ikhlas menjalaninya
Nanti keyakinan tuk menghadapkan dirinya
Semakin kuat ketika pertemuan dalam rumah suci-Nya
Kutunggu, ketika dia selesai melintasi lirik yang di bawa oleh Muhammad
Sebagai tanda bahwa kitab terakhir dalam pengabdian manusia.
(Novi)
Oleh : Muhammad Urfi Amrillah
Juli bukan bulan yang berarti bagi setiap orang
Bukan juga bulan yang bermakna dalam setiap langkah
Kali ini Juli dihiasi dengan 2 pendamping
Berbalas tanpa ada pamrih
Ketika mengingatkan bahwa tahun ini ganjil
Benar adanya aku bahagia
Benar jika manusia memiliki sebuah peka akan perasa
Saat ini hiasan hidup ketika tak makan seharian
Ketika tertidur teringat akan 2 angka
Bahwa ada yang melengkapi 12 pasang tulang manusia
Permata dunia yang dimiliki sang bunda
Kini kutemukan dalam 9 langkah waktu sejak tahun genap
Aku tahu dia bukan mengharapkan sebuah uraian cantik
Namun ku memahami bahwa dia yang bisa memaknai kiasku
Dalam waktu dan helaian nafas
Semenjak ku menemukan emas dalam lautan
Tak pernah ku menyesali semua jalan yang kulalui
Berbangga saat ku mengetahui berat yang kurasa
Kapan lagi ku tersenyum sebelum bulan genap?
Apa hanya sececer kopi yang terbuang..
Dengan lantang ku jawab tidak
Dengan lantang ku jawab tidak
Bahwa dia benar melakukan penjumlahan
Dari sekian angka
Aku menemukan 2 hal manis dalam kesebelasan
11-11 disandingkan dengan 14-3
Ku slalu merindukan angka cantik itu
Bukan berarti ku seorang ilmuwan matematik
Namun hanya tertarik akan angka yang diberikan Tuhan
Sekali ini sungguh luar biasa
Tak terpungkiri bahwa bulan bermakna ini tlah ku jalani
Sejenak lagi ku berfikir
Bahwa dia bukan sesuatu yang biasa
Anak bunda memahami semua kinerja otakku
Ntah dari mana dia tahu
Namun sungguh istimewa bagiku
Di saat awan hari ini redup
Ku yakin itulah payung Tuhan
yang memahami bahwa perasa butuh hal yang dingin
Slalu ku ingat kejadian hari ini
Berifikir tuk mengartikannya kedalam frame
Tapi nanti, saat ku kalungkan lingkar kuning yang berharga untuknya
Saat ini doa anak bunda meneguhkanku
Lantunan ayatnya secepat kilat
Menusuk..
Memahami, bahwa dia ikhlas menjalaninya
Nanti keyakinan tuk menghadapkan dirinya
Semakin kuat ketika pertemuan dalam rumah suci-Nya
Kutunggu, ketika dia selesai melintasi lirik yang di bawa oleh Muhammad
Sebagai tanda bahwa kitab terakhir dalam pengabdian manusia.
(Novi)
Oleh : Muhammad Urfi Amrillah

0 komentar:
Posting Komentar