Karya Kecik

Hobi corat-coret dikertas, mikirin hal-hal aneh yang belum terfikirkan dan nulis puisis-puisi..itulah salah satu pekerjaan urfi sehari-hari.mau request puisi boleh aja kok. hehehe

Read more
image01

Designer

Nah yang hobi ini sering digunakan untuk kepentingan publik, pembuatan desain-desain baik di tembok atopun desain PS,CD dll dilakoni aja ni ma si urfi yang merupakan hobi sampingan...ckckc

Read more
image01

Teman Hari

Kalo nyangkut yang ini ni,, hmmm.,,teman sehari-hari men yang slalu mendampingi yaitu susu coklat yang membuat inspirasi menjadi bulat dan tekat semakin kuat,

Read more
image01

Photograpy

Dimana mana ni kalo ada aja camera nganggur urfi pasti pake tu, buat cari-cari angel yang cakep (eits,, bukan cewek yang namanya angel, tapi panorama men) hahhahaha

Read more
image01

Jumat, Februari 14, 2014

Bungkam Duniaku

Belum lama 
Hamparan air bah menimpa
Belum ku hitung
Ratusan bebatuan menerpa saudaraku

Kini
Kota Istimewa berselimut debu
beterbangan dan mewarnai angkasa ini

Pedih terasa dimata
pengap ketika ku bernafas

Ku tak menyalahkan
namun inilah kenyataan

Tak perlu juga kusayat hati
Menyesali dan Marah
Karena ini rezeki dari Allah

Ku letakkan pandanganku menuju satu arah
Ku hanya diam
karena hal terbesar telah terjadi
Pikirku hanya berkhayal

Apabila kedua kejadian itu serentak
apa jadinya duniaku?

Tak kala ku melangkang
Mereka menempel dicelanaku
Mengusik seluruh warna yang ada

Bungkam kah duniaku?
atas nikmat yang telah Dia beri

Biarlah ..
semua bukan musibah

Oleh : Muhammad Urfi Amrillah


Senin, Januari 20, 2014

Kondisi dini

Kadang sulit membedakan kebenaran
Antara berbagi dan kondisi
Antara benar dan kesalahan

Semestinya manusia berfikir baik
Bukan tuk pragmatis
dan terkontrol emosi

Kini banyak pengaruh aktif dalam hidup
Lemah ketika kita lihat
Perkembangan otak manusia

Sekali lagi sebuah kondisi
Yang slalu membuat manusia kacau
Bahkan rapuh dan frustasi 

Terkadang juga ku berfikir 
Akankah ada zaman tanpa tangan
bergerak seenaknya bagaikan debu

Kali ini
Saat nanti

Manusia tetap merapatkan fikiran
yang terpengaruh oleh kondisi
Kondisi dimana alam berkembang menuju sang Ilahi

Jumat, September 06, 2013

Kacau


Karena sebuah pepatah mengatakan bahwa.. 
Bulan bersatu atas dasar cahaya


Bukan karenanya manusia dapat menyanyi
Bukan karena awan yang berikatan 
Namun saat malam tiba
Rakyat bersatu dalam kemauan mimpi

Wajar bila saatnya terik berkibar
Alam berkicau bagai lonceng yang pecah

Barisan kuda putih menghiasi 
Bersemayam dibalik semua keindahan wajah manusia
Memuja namun salah
Bermanja tak menjadikan sebuah pilihan 

Kapan awan turun
Disanalah bunga mekar

Jika dunia ini tak hidup
Keindahan cipta nuansa surya
Kini pupus karena putaran poros

Berlipat dan bersahaja.. 



By : Muhammad Urfi Amrillah 

Minggu, Juli 28, 2013

Loro Wolu

Juli bukan bulan yang berarti bagi setiap orang
Bukan juga bulan yang bermakna dalam setiap langkah

Kali ini Juli dihiasi dengan 2 pendamping
Berbalas tanpa ada pamrih

Ketika mengingatkan bahwa tahun ini ganjil 
Benar adanya aku bahagia
Benar jika manusia memiliki sebuah peka akan perasa

Saat ini hiasan hidup ketika tak makan seharian
Ketika tertidur teringat akan 2 angka
Bahwa ada yang melengkapi 12 pasang tulang manusia

Permata dunia yang dimiliki sang bunda
Kini kutemukan dalam 9 langkah waktu sejak tahun genap

Aku tahu dia bukan mengharapkan sebuah uraian cantik
Namun ku memahami bahwa dia yang bisa memaknai kiasku
Dalam waktu dan helaian nafas

Semenjak ku menemukan emas dalam lautan
Tak pernah ku menyesali semua jalan yang kulalui
Berbangga saat ku mengetahui berat yang kurasa

Kapan lagi ku tersenyum sebelum bulan genap?
Apa hanya sececer kopi yang terbuang..

Dengan lantang ku jawab tidak
Bahwa dia benar melakukan penjumlahan 

Dari sekian angka
Aku menemukan 2 hal manis dalam kesebelasan
11-11 disandingkan dengan 14-3

Ku slalu merindukan angka cantik itu
Bukan berarti ku seorang ilmuwan matematik
Namun hanya tertarik akan angka yang diberikan Tuhan

Sekali ini sungguh luar biasa
Tak terpungkiri bahwa bulan bermakna ini tlah ku jalani

Sejenak lagi ku berfikir
Bahwa dia bukan sesuatu yang biasa

Anak bunda memahami semua kinerja otakku
Ntah dari mana dia tahu
Namun sungguh istimewa bagiku

Di saat awan hari ini redup
Ku yakin itulah payung Tuhan 
yang memahami bahwa perasa butuh hal yang dingin

Slalu ku ingat kejadian hari ini
Berifikir tuk mengartikannya kedalam frame
Tapi nanti, saat ku kalungkan lingkar kuning yang berharga untuknya

Saat ini doa anak bunda meneguhkanku
Lantunan ayatnya secepat kilat

Menusuk..
Memahami, bahwa dia ikhlas menjalaninya

Nanti keyakinan tuk menghadapkan dirinya
Semakin kuat ketika pertemuan dalam rumah suci-Nya
Kutunggu, ketika dia selesai melintasi lirik yang di bawa oleh Muhammad
Sebagai tanda bahwa kitab terakhir dalam pengabdian manusia.


(Novi)

Oleh : Muhammad Urfi Amrillah 



Malamku

Ku berniat memahami setiap putaran jam
Berbekal fikiran dan sedikit memahami

Tak lama ku tersudut oleh suhu
Berhadapan dengan 1 warna dan 4 varian bentuk
Aku tak mengerti apa yang mereka inginkan
Ejekan, melukai semua benakku

Sekilat ku memahami bahwa ini bukan hidup
Namun penangguhan mata atas waktu hidupnya

Apa yang membekaliku tadi, tak berarti bagi sekawanan nafasnya
Tuhan apa ini yang kau uji
Atau hanya ku tak mengerti

Keadaan di bulan ini sangat berat kuhadapi
Bulan suci dan penuh makna
Namun ku sia-siakan

Andai ketika ku faham makna fajar sebelum adzan
Pasti ku menolak semua ajakan bodoh mereka

Pernah ku berfikir 
Bahwa bulan berotasi dalam bentuk yang berbeda
Berbujur kekanan seakan tak terpantulkan

Apa biang dari semua pemikiranku
Tuhan... Apa aku bodoh
Sebodoh hewan yang tak mengerti kotoran

Ketika ku menghitung dari perbedaan waktuku dengan mereka
Hanya 3 jarum yang membedakan
Melebihkan porsinya dariku 

Saat ku mulai berfikir lagi
Dimana titik temu dalam setiap pengorbanan orang tua ku.. 

Aku tak bisa menanggung semuanya 
Tapi akupun tak dapat mengelak dari semua pikiran mereka
Aku tak durhaka, namun hanya berusaha memahaminya

Tuhan, andai saja ku lahir dan faham maksud dari ayah
Aku mungkin tak begini

Beribu kesalahan tak terbalaskan
hanya 3 bulan ku tinggal dengan babu bangsa
Aku telah berubah hampir seperti rotasi bulan

Harapan setelah liburan 
Berganti dengan suasana dahulu
Ketika menginjak bangunan hijau dengan 2 pintu gerbang yang gagah

Manusia tak seperti aku
Namun aku hanya seorang anak yang baru lahir dari kegelapan

Mereka tak berubah
dan ku hanya memandang dari belakang
Seakan tak berguna baginya

Nanti ku kan tahu 
Bahwa mereka kan salah menghadapi sang bulan dalam ejekannya


Oleh : Muhammad Urfi Amrillah




Jumat, Juli 26, 2013

Amanatmu

Lingkaran yang kini ku genggam
Bukan hanya sebuah hiasan yang lucu
Tak sekedar nuansa semata
Namun merupakan tanggung jawab hidup bagiku

Benar memang ketika kau meminta 
Tak salah jika kau bermaksud untuk menjaga 

Tuhan memang memahamimu
Bukan berarti Dia belum mengetahui
Namun kau tak tahu bagaimana Dia menggambar grafik vector di atas sajadah-Nya
Kau tahu manis??

Kapan aku meluapkan sebuah pemikiran cerdil
Disanalah Tuhan menetukan titik point dalam 1 canvas

Aku pun tak sanggup mendisain hidup sepertimu
Kau percaya akan semua mimpi
Namun aku?
Sama sekali ku tak bisa menjawabnya 

Lingkar putih ini akan ku ganti dengan lingkar kuning
Tapi nanti manis. .

Kini banyak yang harus ku hias sebelum mendirikan impian
Impian lucu namun bermakna bagiku
Banyak yang tertawa namun mereka tak tahu 
Sulit baginya namun mudah ku pegang

Beribu jengkal jarum yang telah ku lewati sia-sia
Kau hadir, Jengkalku berguna bagi siapapun

Manis.. apa yang kurang dalam bintang di ujung kulon
Dari timur ku hanya memandangnya dengan perhitungan curve
tak seperti ku mamahami ilmu falaq
sama sekali ku tak maksud apa yang kau gambarkan

Kau bilang "jangan hilang ya"
Tapi ku saut dengan mudah "iya deh"

Kau tak tahu maksudku kan
Tertawalah selagi belum ku terapkan undang-undang baru 
Kejar curveku
Warnai dengan kode #FF0000

Bentuklah seakan kau seorang desainer
Bagaimana gambar hati yang kau tahu

Ku hanya ingin warna itu menggunakan kode 255,0,0
Simpan itu manis,,, 
Ku jaga lingkar putihmu..




Oleh : Muhammad Urfi Amrillah 




Minggu, Juli 07, 2013

Peluang "Jebakan"

Seketika itu tak ada yang menduga
Manis setiap perkataanya
Baik semua tingkah lakunya

Belum tahu siapa sebenarnya mereka
Belum mau tuk ku bertanya
Sekedar diam dan mendengarkan 

Coba mengartikan setiap katanya
Coba memaknai setiap gerak tangannya

Terbumbuhi sudah beribu kata
Angannya selalu tinggi
Konsepnya sangat cantik

Sekali ini manusia luar biasa
Berhadapan di atas semua kalangan
Berkibar di bawah samudra tulisan

Kapan manusia ini mengambil kesimpulan
Kapan dia berhenti bicara

Tak muak ku mendengarnya
Namun hanya bosan
Beribu bosan

Ketika terucap janji
Tak hanya pasti
Namun hanya peluang

Apa maksudnya?
Aku bahkan tak tahu
Sama sekali tak mengerti

Maksud demi maksud
Hujat demi hujat

Ya itulah kau sahabat
Itulah yang dapat kau ucapkan
Apa itu yang kau katakan dewasa

Apakah manusia hanya bisa menjatuhkan
Besar mana kekuatanmu dengan kekuatan kuda?

Jika kau bahagia atas konsepmu
Matilah kau
Jangan kau publikasikan semua pikirannmu

Itu hanya petuah tak berguna kawan
Itu hanya buah kemaluan yang kau buat.


By : Muhammad Urfi Amrillah