Malamku
"
"
Ku berniat memahami setiap putaran jam
Berbekal fikiran dan sedikit memahami
Tak lama ku tersudut oleh suhu
Berhadapan dengan 1 warna dan 4 varian bentuk
Aku tak mengerti apa yang mereka inginkan
Ejekan, melukai semua benakku
Sekilat ku memahami bahwa ini bukan hidup
Namun penangguhan mata atas waktu hidupnya
Apa yang membekaliku tadi, tak berarti bagi sekawanan nafasnya
Tuhan apa ini yang kau uji
Atau hanya ku tak mengerti
Keadaan di bulan ini sangat berat kuhadapi
Bulan suci dan penuh makna
Namun ku sia-siakan
Andai ketika ku faham makna fajar sebelum adzan
Pasti ku menolak semua ajakan bodoh mereka
Pernah ku berfikir
Bahwa bulan berotasi dalam bentuk yang berbeda
Berbujur kekanan seakan tak terpantulkan
Apa biang dari semua pemikiranku
Tuhan... Apa aku bodoh
Sebodoh hewan yang tak mengerti kotoran
Ketika ku menghitung dari perbedaan waktuku dengan mereka
Hanya 3 jarum yang membedakan
Melebihkan porsinya dariku
Saat ku mulai berfikir lagi
Dimana titik temu dalam setiap pengorbanan orang tua ku..
Aku tak bisa menanggung semuanya
Tapi akupun tak dapat mengelak dari semua pikiran mereka
Aku tak durhaka, namun hanya berusaha memahaminya
Tuhan, andai saja ku lahir dan faham maksud dari ayah
Aku mungkin tak begini
Beribu kesalahan tak terbalaskan
hanya 3 bulan ku tinggal dengan babu bangsa
Aku telah berubah hampir seperti rotasi bulan
Harapan setelah liburan
Berganti dengan suasana dahulu
Ketika menginjak bangunan hijau dengan 2 pintu gerbang yang gagah
Manusia tak seperti aku
Namun aku hanya seorang anak yang baru lahir dari kegelapan
Mereka tak berubah
dan ku hanya memandang dari belakang
Seakan tak berguna baginya
Nanti ku kan tahu
Bahwa mereka kan salah menghadapi sang bulan dalam ejekannya
Oleh : Muhammad Urfi Amrillah
Ku berniat memahami setiap putaran jam
Berbekal fikiran dan sedikit memahami
Tak lama ku tersudut oleh suhu
Berhadapan dengan 1 warna dan 4 varian bentuk
Aku tak mengerti apa yang mereka inginkan
Ejekan, melukai semua benakku
Sekilat ku memahami bahwa ini bukan hidup
Namun penangguhan mata atas waktu hidupnya
Apa yang membekaliku tadi, tak berarti bagi sekawanan nafasnya
Tuhan apa ini yang kau uji
Atau hanya ku tak mengerti
Keadaan di bulan ini sangat berat kuhadapi
Bulan suci dan penuh makna
Namun ku sia-siakan
Andai ketika ku faham makna fajar sebelum adzan
Pasti ku menolak semua ajakan bodoh mereka
Pernah ku berfikir
Bahwa bulan berotasi dalam bentuk yang berbeda
Berbujur kekanan seakan tak terpantulkan
Apa biang dari semua pemikiranku
Tuhan... Apa aku bodoh
Sebodoh hewan yang tak mengerti kotoran
Ketika ku menghitung dari perbedaan waktuku dengan mereka
Hanya 3 jarum yang membedakan
Melebihkan porsinya dariku
Saat ku mulai berfikir lagi
Dimana titik temu dalam setiap pengorbanan orang tua ku..
Aku tak bisa menanggung semuanya
Tapi akupun tak dapat mengelak dari semua pikiran mereka
Aku tak durhaka, namun hanya berusaha memahaminya
Tuhan, andai saja ku lahir dan faham maksud dari ayah
Aku mungkin tak begini
Beribu kesalahan tak terbalaskan
hanya 3 bulan ku tinggal dengan babu bangsa
Aku telah berubah hampir seperti rotasi bulan
Harapan setelah liburan
Berganti dengan suasana dahulu
Ketika menginjak bangunan hijau dengan 2 pintu gerbang yang gagah
Manusia tak seperti aku
Namun aku hanya seorang anak yang baru lahir dari kegelapan
Mereka tak berubah
dan ku hanya memandang dari belakang
Seakan tak berguna baginya
Nanti ku kan tahu
Bahwa mereka kan salah menghadapi sang bulan dalam ejekannya
Oleh : Muhammad Urfi Amrillah

0 komentar:
Posting Komentar