Jumat, Februari 14, 2014

Bungkam Duniaku

"
Belum lama 
Hamparan air bah menimpa
Belum ku hitung
Ratusan bebatuan menerpa saudaraku

Kini
Kota Istimewa berselimut debu
beterbangan dan mewarnai angkasa ini

Pedih terasa dimata
pengap ketika ku bernafas

Ku tak menyalahkan
namun inilah kenyataan

Tak perlu juga kusayat hati
Menyesali dan Marah
Karena ini rezeki dari Allah

Ku letakkan pandanganku menuju satu arah
Ku hanya diam
karena hal terbesar telah terjadi
Pikirku hanya berkhayal

Apabila kedua kejadian itu serentak
apa jadinya duniaku?

Tak kala ku melangkang
Mereka menempel dicelanaku
Mengusik seluruh warna yang ada

Bungkam kah duniaku?
atas nikmat yang telah Dia beri

Biarlah ..
semua bukan musibah

Oleh : Muhammad Urfi Amrillah


"
Belum lama 
Hamparan air bah menimpa
Belum ku hitung
Ratusan bebatuan menerpa saudaraku

Kini
Kota Istimewa berselimut debu
beterbangan dan mewarnai angkasa ini

Pedih terasa dimata
pengap ketika ku bernafas

Ku tak menyalahkan
namun inilah kenyataan

Tak perlu juga kusayat hati
Menyesali dan Marah
Karena ini rezeki dari Allah

Ku letakkan pandanganku menuju satu arah
Ku hanya diam
karena hal terbesar telah terjadi
Pikirku hanya berkhayal

Apabila kedua kejadian itu serentak
apa jadinya duniaku?

Tak kala ku melangkang
Mereka menempel dicelanaku
Mengusik seluruh warna yang ada

Bungkam kah duniaku?
atas nikmat yang telah Dia beri

Biarlah ..
semua bukan musibah

Oleh : Muhammad Urfi Amrillah


0 komentar:

Posting Komentar